You are here: Home
 
 

ITIK METARAM

E-mail Cetak PDF

Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki jenis itik lokal yang dikenal dengan nama itik Turi, karena berasal dari desa Turi Kabupaten Bantul. Itik turi juga dikenal dengan nama itik Metaram karena dianggap sebagai jenis itik peninggalan kerajaan Metaram tempo dulu. Itik metaram merupakan keturunan persilangan dari beberapa itik lokal maupun impor.

Itik Metaram memiliki ciri fisik : bentuk badan yang langsing dan warna bulunya yang khas. Warna bulu dapat digunakan untuk membedakan kategorinya, yakni hitam, bosokan atau coklat kehitaman, dan bambangan atau coklat kemerahan. Itik yang berwarna bambangan mempunyai populasi terbanyak dibandingkan warna bulu lainnya.

Itik metaram yang berwarna bambangan memiliki beberapa kelebihan, yakni : produksi telurnya mencapai 200 butir pertahun, mampu berproduksi dengan baik hingga 2.5 tahun serta berat badannya yang lebih berat. Itik Metaram dengan perawakan yang khas, tidak banyak menghabiskan pakan, mudah digembalakan dilahan perawahan bertelur setiap hari dan dagingnya enak untuk dikonsumsi.

Itik Metaram atau Turi Bantul adalah potensi peternakan non ruminansia yang patut diunggulkan sebagai potensi local Yogyakarta. Itik Metaram merupakan plasma nutfah yang masih terus digali potensi dan pengembangannya, selain berkembang di Yogyakarta bagian selatan, juga diminati di wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

Keberadaan pasar itik di Turi, Bambanglipuro, Bantul (pasar itik terbesar di Bantul) turut berperan dalam memajukan bisnis itik, dimana pasar ini merupakan ujung tombak pemasaran Itik Turi. Pangsa pasar itik cukup baik, perputaran uang bisnis itik inipun mencapai ratusan juta rupiah perbulan. Pengusaha itik di Bantul tidak hanya focus menjual itik konsumsi akan tetapi juga itik produktif dan juga anakan itik (meri).