You are here: Informasi Artikel Nomor Kontrol Veteriner
 
 

Nomor Kontrol Veteriner

E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 

SERTIFIKAT KONTROL VETERINER UNIT USAHA PANGAN ASAL HEWAN (NKV)

Adalah sertifikat sebahai bukti tertulis yangsah telah dipenuhinya persyaratan higiene-sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan pada unit usaha pangan asal hewan.

TUJUAN SERTIFIKASI NKV

  • Memberi jaminan dan perlindungan kepada masyarakat bahwa pangan asal hewan yang dibeli/dikonsumsi adalah ASUH dan berasal dari sarana usaha yang telah memenuhi persyaratan kesmavet yang diawasi pemerintah.
  • Mendukung terwujudnya kesehatan dan ketentraman batin masyarakat
  • Meningkatkan daya saing produk pangan hewan Indonesia di pasar internasional


UNIT USAHA YANG WAJIB MEMILIKI NKV

  1. Pelaku usaha pangan asal hewan baik perorangan warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia yang bergerak dibidang :
    • Rumah Pemotongan Hewan, Rumah Pemotongan Unggas, Rumah Pemotongan Babi;
    • Usaha budidaya unggas petelur;
    • Usaha pemasukan, Usaha pengeluaran;
    • Usaha distribusi;
    • Usaha ritel; dan atau
    • Usaha pengolahan pangan asal hewan.
  2. Pelaku usaha distribusi dan atau usaha ritel pangan asal hewan, antar lain :
    • Pelaku usaha yang mengelola gudang pendingan (cold storage), dan toko/kios daging (meat shop);
    • Pelaku usaha yang mengelola unit pendingin susu (milk cooling centre), dan gudang


PERSYARATAN MEMPEROLEH NKV

  1. Persyaratan Administrasi :
    • Memiliki Kartu Tanda Penduduk/Akte Pendirian;
    • Memiliki Surat Keterangan Domisili;
    • Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP);
    • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
    • Memiliki Surat Izin HO (Hinder Ordonnantie);
    • Rekomendasi dari Kabupaten/Kota
  2. Persyaratan Teknis :
    • Memiliki dokumen upaya pengelolaan Lingkungan (UKL)/Upaya Pengendalian Lingkungan (UPL), yang khusus dipersyaratkan bagi unit usaha RPH, RPU, dan Unit Pengolahan Pangan Asal Hewan;
    • Memiliki bangunan, sarana dan prasarana usaha yang memenuhi persyaratan teknis higiene-sanitasi;
    • Memiliki tenaga kerja teknis dan atau penanggung jawab teknis yang mempunyai keahlian/ketrampilan di bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner;
    • Menerangkan proses penanganan dan atau pengolahan yang higienis (Good Hygienic Practices)
    • Menerapkan cara budidaya unggas petelur yang baik (Good Farming Practices)