You are here: Informasi Artikel Teknologi Sederhana Pembuatan Biopestisida
 
 

Teknologi Sederhana Pembuatan Biopestisida

E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 12
TerjelekTerbaik 

Teknologi Sederhana Pembuatan Biopestisida

A. Pendahuluan

Biopestisida adalah pestisida yang bahan dasrnya berasal dari bahan hidup. Yang akan diuraikan disini adalah biopestisida yang terbuat dari tanaman sehingga disebut Pestisida Nabati. Kandungan bahan kimia dalam tanaman tersebut menunjukkan bioaktivitas pada serangga, seperti bahan penolak (repellent), penghambat makan (antifeedant), penghambat perkembangan serangga (insect growth regulator), dan penghambat peneluran (oviposition  deterrent). Biopestisida sekarang mulai banyak diminati oleh petani karena harga pestisida kimia sangat mahal. Selain itu penyemprotan pestisida kimia yang tidak bijaksana menyebabkan kekebalan terhadap hama dan menimbulkan pencemaran lingkungan.

B. Keunggulan

  1. Murah dan mudah dibuat
  2. Relatif aman terhadap lingkungan
  3. Kandungan bahan kimianya tidak menimbulkan residu pada tanaman
  4. Tidak mudah menimbulkan kekebalan hama
  5. Menghasilkan produk pertanian yang sehat

C. Kelemahan

    1. Daya kerjanya relatif lambat
    2. Tidak  membunuh  langsung  hama  sasaran
    3. Tidak tahan  sinar  matahari  dan  tidak tanan  simpan
    4. Kurang  praktis
    5. Perlu  penyemprotan  yang  berulang-ulang

 

D. Macam Biopestisida Nabati

1. Biji Buah Pace/Mengkudu

a)    Bahan aktif : annonain dan resin.

b)    Mekanisme pengendalian : penghambatan aktivitas makan hama sehingga menurunkan aktivitas hama sasaran (antifeedand).

c)     Hama sasaran : ulat, hama penghisap (kepik, tungau).

d)    Cara pembuatan :  15 - 25  gram biji buah pace ditumbuk sampai halus, lalu hasil tumbukannya direndam selama 1 malam dalam 1 liter, yang ditambah 1 gram detergen, larutan diaduk, kemudian disaring dengan kain halus. Seianjutnya Larutan siap disemprotkan ke hama.

  1. 2. Daun Sirsak

a)    Bahan aktif : annonain dan resin

b)    Mekanisme pengendalian : antifeedant

c)     Hama sasaran : kutu daun thrips

d)    Cara pembuatan : Daun sirsak 50  - 100 lembar ditumbuk sampai halus, lalu diberi 5 liter air dan diaduk sampai rata. Larutan direndam 1 malam. Satu liter hasil larutan tersebut diencerkan datam 10 – 15 liter air. Selanjutnya larutan hasiI pengenceran siap disemprotkan ke hama sasaran.

  1. 3. Daun Tembakau

a)    Bahan aktif : nikotin

b)    Mekanisme pengendalian : racun mematikan

c)     Hama sasaran : belalang, ulat/penggerek

d)    Cara pembuatan :  250 gr (4  genggam) daun tembakau dirajang, lalu direndam 1 malam dalam 8 liter air. Setelah itu daunnya diambil. Air hasil rendaman daun tembakau tadi ditambah deterjen 2 sendok teh, dan diaduksampai rata. Setelah disaring, Iarutan siap disemprotkan ke hama sasaran.

  1. 4. Biji dan Daun Mimba

a)    Bahan aktif : azadirachtin, salanin, nimbin, meliantriol

b)    Mekanisme pengendalian : antifeedant dan insect growth regulator

c)     Hama sasaran : ulat, hama penghisap (kepik, tungau), jamur, bakteri, nematode

d)    Cara pembuatan dari bahan biji : 200 - 300 gram biji ditumbuk sampai halus, lalu hasil tumbukan direndam dalam 10 liter air selama 1 malam.  Selanjutnya larutan disaring kain halus dan siap disemprotkan ke hama sasaran.

e)    Cara pembuatan dari bahan daun : 1 kg daun mimba kering atau daun mimba segar ditumbuk  sampai halus. Ditambahkan 10 liter air dan direndam selama 1 malam. Setelah diaduk sampai rata, larutan disaring menggunakan kain halus dan siap disemprotkan ke hama sasaran.

  1. 5. Akar Tuba

a)    Bahan aktif : rotenone, deguelin, elipton, toxicarol

b)    Mekanisme pengendalian : antifeedant

c)     Hama sasaran : molusca (keong)

d)    Cara pembuatan : Akar tuba 5-10 gram ditumbuk sampai halus, lalu ditambah 1 liter air dan 1 gram deterjen, lalu diaduk sampai rata. Larutan direndam selama 1 malam. Keesokannya, setelah larutan disaring, larutan siap disemprotkan ke hama sasaran.

  1. 6. Sirsak dan Jeringau

a)    Bahan aktif : arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, metil eugenol, eugnol

b)    Mekanisme pengendalian : antifeedant dan oviposition deterrent

c)     Hama sasaran : wereng coklat

d)    Cara pembuatan : Daun sirsak satu genggam, rimpang jeringau satu genggam bawang putih 20 siung ditumbuk sampai halus lalu ditambahkan 20 liter air dan 20 gram deterjen. Rendam selama 2 hari. Selanjutnya 1 liter larutan hasil saringan tadi diencerkan dengan 10 – 15 liter air. HasiI pengenceran tersebut siap disemprotkan ke hama sasaran.

  1. 7. Daun Gamal (Glyricidae)

a)    Bahan aktif : tannin

b)    Mekanisme pengendalian : antifeedant

c)     Hama sasaran : ulat, hama penghisap (kepik, tungau)

d)    Cara pembuatan : 100 – 150 gram daun gamat ditumbuk halus, lalu masukkan ke dalam kantong. Kantong diperas dalam ember berisi 10 liter air. Selanjutnya tambahkan 250 mI minyak tanah dan 50 gram deterjen, lalu diaduk. Larutan siap disemprotkan ke hama sasaran.

Catatan : Penggunaan dengan minyak tanah harus hati-hati,karena penggunaan yang terlalu sering menyebabkan daun terbakar, dan jangan digunakan pada saat menjelang panen, karena menimbulkan bau pada hasil panen.

  1. 8. Akar/Kulit Batang/Biji Buah Pacar Cina

a)    Bahan aktif : azadirachtin

b)    Mekanisme pengendalian : antifeedant, oviposition deterrent, insect growth regulator

c)     Hama sasaran : ulat, hama penghisap (kepik, tungau), nematoda

d)    Cara pembuatan :

  1. 9. Biji Jarak dan Biji Mahoni

a)    Bahan aktif : recinin dan alkaloid

b)    Mekanisme pengendalian : antifeedant, oviposition deterrent, insect growth regulator

c)     Hama sasaran : ulat, hama penghisap (kepik, tungau)

d)    Cara pembuatan : 0,75 kg biji jarak/mahoni dihancurkan, selanjutnya dipanaskan selama 10 menit dalam 2 liter air ditambah 2 sendok makan minyak tanah dan 50 g

deterjen. Kemudian larutan disaring kain halus dan tambahkan 10 liter air larutan siap disemprotkan ke hama sasaran.

 

Sumber : www.yogya.litbang.deptan.go.id