You are here: Informasi Artikel Pengujian Mutu Benih Laboratorium
 
 

Pengujian Mutu Benih Laboratorium

E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 11
TerjelekTerbaik 

I.        Latar Belakang

Keberhasilan peningkatan produksi dalam usaha tani sangat dipengaruhi oleh masukkan berbagai faktor produksi yang salah satunya adalah penggunaan benih bermutu. Kesadaran petani untuk menggunakan benih unggul dalam meningkatkan produksi usaha taninya sudah cukup tinggi. Namun dalam pelaksanaannya perlu disertai dengan kesadaran penggunaan benih unggul yang bermutu tinggi dan benar. Dengan menggunakan benih yang bermutu diharapkan akan meningkatkan produktivitas per satuan luas, dapat mengurangi serangan hama penyakit dll. Peningkatan produksi akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani apabila ada jaminan pasar dengan harga yang memadai.

Bermutu berarti benih tersebut harus asli, yang mencerminkan karakteristik varietas yang diwakilinya sesuai deskripsi, hidup dapat tumbuh apabila ditanam, sehat, agar tidak menyebarkan penyakit terbawa benih atau seed bourne deseases dan bersih terutama dari biji gulma, benih tidak menjadi sumber investasi gulma. Oleh karena itu harus diingat pentingnya pemilihan mutu benih yang akan digunakan, sehingga tidak menyebabkan kerugian, baik waktu, tenaga dan biaya akibat penggunaan benih tidak bermutu.

Benih merupakan benda hidup yang mempunyai sifat genetis dan fisiologis sehingga perlu penanganan secara sungguh-sungguh agar tidak cepat mati atau tidak tumbuh dan kemurniannya tetap terjaga, yang diperlihatkan oleh pertumbuhannya yang seragam dan produktivitasnya sesuai dengan deskripsi. Kondisi benih yang beredar di Indonesia sangat variatif tingkat mutunya, seperti mutu tidak sesuai standar, kadaluarsa dll, sehingga sangat merugikan petani.

 

II.      Pengujian Mutu Benih

Pengujian mutu benih merupakan salah satu bagian yang sangat penting dari suatu proses produksi benih di samping pemeriksaan lapangan, penanganan hasil produksi dan pelabelan. Laboratorium berperan besar dalam menyajikan data hasil uji yang tepat, akurat dan tak terbantahkan baik secara ilmiah maupun hukum, dimana data tersebut harus memenuhi persyaratan :

1.       Obyektif, data yang dihasilkan harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

2.       Representatif, datamewakili lot benih.

3.       Teliti dan tepat data terjamin kebenarannya.

4.       Tepat waktu sesuai dengan kebutuhan pada sat tertentu.

5.       Releven, menunjang persoalan yang dihadapi.

Data hasil pengujian contoh benih mencerminkan mutu lot benih, dimana contoh tersebut diambil dan dari kata tersebut dapat ditentukan masa berlaku label. Adapun faktor yang menentukan kebenaran dan kehandalan pengujian yang dilakukan laboratorium, yaitu:

1.       Personal yang kompeten.

2.       Kondisi akomodasi dan lingkungan.

3.       Metode pengujian dan validasi metoda.

4.       Peralatan yang terkalibrasi dan terawat.

5.       Ketetelusuran pengujuran.

6.       Tata cara Pengambilan contoh yang benar.

7.       Penanganan terhadp contoh yang akan diuji.

8.       Jaminan mutu hasil pengujian.

9.       Laporan hasil uji.

Adapun jaminan mutu hasil pengujian merupakan salah satu persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam penerapan SNI ISO/IEC 17025 : 2008.

Pengujian yang dilakukan oleh laboratorium penguji benih merupakan bagian daripengambilan keputusan yang sangat penting sehingga diperlukan suatu mekanisme untuk membantu keabsahan data yang dikeluarkan laboratorium yang bersangkutan.

Pengujian benih laboratoris bertujuan untuk mendapatkan keterangan tentang mutu suatu kelompok benih yang digunakan untuk keperluan sertifikasi, pelabelan atau ceking mutu.

Macam Pengujian Mutu Benih

A. Pengujian Rutin

Yaitu pengujianuntuk keperluan pengisian atau pengecekan data label yang terdiri dari :

1.       Penetapan Kadar Air

Tujuan untuk menentukan kadar air benih dengan menggunakan metoda yang sesuai untuk pengujian rutin.

Definisi yang dimaksud kadar air benih adalah berat air yang hilang karena pengeringan sesuai dengan aturan yang ditetapkan Kadar air benih dalam % terhadap berat awal contoh benih.

2.       Pengujian Kemurnian

Tujuan untuk menentukan % komposisi berdasarkan berat contoh yang diuji dan berdasarkan fakta untuk menentukan komposisi lot benih dan mengidentifikasi berbagai spesies benih dan kotoran benih dalam contoh benih.

Prinsipnya memisahkan contoh benih dalam 3 komponen yaitu : Benih Murni, Benih Tanaman Lain dan Kotoran Benih selanjutnya ke 3 komponen tersebut di % berdasarkan beratnya.

3.       Pengujian Daya Berkecambah

Tujuan untuk menentukan potensi perkecambahan maksimum dari suatu lot benih, yang dapat digunakan untuk membandingkan mutu benih dari lot yang berbeda.

Pengujian pada kondisi lapangan biasanya tidak memberikan hasil yang memuaskan karena tidak dapat diulang dengan hasil yang akurat. Oleh karena itu metoda pengujian laboratorium telah dikembangkan dimana kondisi lingkungan dikendalikan sedemikian rupa untuk mendapatkan tingkat perkecambahan yang optimal.

4.       Penetapan campuran Varietas Lain

Tujuan untuk mengetahui % campuran varietas lain yang terdapat dalam kelompok benih dari mana contoh benih itu diambil dengan cara-cara yang telah ditetapkan. Definisi CVL adalah semua benih yang tidak termasuk dalam varietas yang dimaksud oleh pengirim, tetapi masih termasuk dalam satu spesies.

 

B. Pengujian Khusus

Yaitu pengujian tentang sifat-sifat benih yang mencirikan mutu spesifik dari benih atau kelompok benih dan dilakukan atas permintaan khusus dari pengirim/pemilik benih. Pengujian khusus yaitu :

1.       Penetapan berat 1000 butir.

2.       Pengujian heterogenitas kelompok benih.

3.       Pengujian viabilitas benih secara biokemis.

4.       Pengujian kesehatan benih.

5.       Pengujian vigor.

6.       Pengujian kebenaran/verifikasi jenis/kultivar.

Ditulis oleh : Ir. Amrik Humandini (UPTD BPSBP Dinas Pertanian Provinsi DIY)