You are here: Informasi Berita Pencanangan Program P2BN DIY Tahun 2013
 
 

Pencanangan Program P2BN DIY Tahun 2013

E-mail Cetak PDF

Distan-PI. Beras merupakan komoditas pangan yang sangat strategis karena merupakan makanan pokok utama bagi masyarakat. Kecukupan pangan beras wajib terpenuhi sebagai hak dan kelangsungan hidup bangsa. Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan beras juga meningkat.

Berkaitan dengan itu, Rabu (22/5) bertempat di LPP Kampus Yogyakarta, Pemerintah Daerah D.I Yogyakarta bersama Dinas Pertanian DIY mengadakan acara Pencanangan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2013. Kegiatan Pencanangan P2BN bertujuan untuk mensosialisasikan dan mendukung pelaksanaan Program P2BN, dengan cara melaksanakan  koordinasi antar instansi terkait dari tingkat pusat sampai ke tingkat kecamatan.

Pencanangan P2BN dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari Bupati se-DIY, Dinas Pertanian DIY, BKPP DIY, BPTP DIY, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, SKPD lingkup Kabupaten se-DIY, Bakorluh Kabupaten, Komandan Korem Pamungkas dan Kodim se-DIY, Jogja Benih, Bank Indonesia, Stakeholder, BPS DIY dan Kabupaten, Camat, PPL, Mantri Tani, Koordinator POPT, dan GP3A.

Kepala Dinas Pertanian DIY Ir. Sasongko, M.Si sebagai ketua panitia dalam laporannya menyampaikan strategi dan upaya pencapaian produksi padi di DIY tahun 2013 dilaksanakan melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam dan pengelolaan lahan, pengamanan produksi dan penyempurnaan manajemen. Peningkatan produktivitas dilaksanakan melalui penyebar luasan paket teknologi yang meliputi SL-PTT Padi (Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu) seluas 89.000 ha yang terdiri dari SL-PTT padi lahan kering, inbrida dan hibrida, bantuan dan alokasi benih bersubsidi, alokasi pupuk bersubsidi, penerapan SRI (System of Rice Intensification), pengawalan dan pendampingan oleh petugas pertanian.

Pengamanan produksi dilaksanakan kegiatan perlindungan tanaman dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI). Perluasan areal tanam dan pengelolaan lahan dilaksanakan melalui kegiatan  penurunan susut hasil panen padi, pengelolaan air irigasi, serta penurunan konsumsi beras melalui kegiatan pengembangan pangan alternatif (sorgum). Penyempurnaan manajemen dilakukan melalui koordinasi dengan TNI (tingkat DIY dengan Korem 072 Pamungkas DIY, tingkat kabupaten dengan kodim, tingkat kecamatan dengan Koramil) untuk melakukan percepatan pengolahan tanah, tanam, pengendalian OPT dan panen, memantapkan Brigade Proteksi dan Regu Pengendali Hama, serta penyempurnaan data dan informasi (data ubinan padi, data susut panen).

Gubernur DIY yang diwakili oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam IX dalam sambutannya menyampaikan bahwa DIY pada tahun 2013 menetapkan sasaran produksi padi sebesar 888.073 ton GKG. Pencapaian tersebut dilakukan dengan sasaran luas tanam 153.145 ha, luas panen 148.831 ha dan produktivitas sebesar 59,67 kuintal/ha.  Adapun rincian sasaran  per kabupaten terdiri dari:

  1. Kabupaten Bantul sebesar 195.835 ton GKG
  2. Kabupaten Gunungkidul sebesar 282.160 ton GKG
  3. Kabupaten Kulonprogo sebesar 129.260 ton GKG
  4. Kabupaten Sleman sebesar 279.798 ton GKG
  5. Kota Yogyakarta sebesar 1.020 ton GKG

Untuk mencapai target tersebut maka perlu meningkatkan koordinasi dan sinergitas dari setiap instansi/lembaga terkait dalam mendukung program P2BN sesuai amanat Permentan No. 45 Tahun 2011 tentang Tata Hubungan Kerja antar Kelembagaan Teknis, Penelitian dan Pengembangan dan Penyuluhan Pertanian dalam mendukung Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Dalam permentan tersebut penanggung jawab tim pengendali P2BN tingkat pusat adalah menteri pertanian, penanggung jawab tim pembina P2BN tingkat DIY adalah gubernur, penanggung jawab tim pelaksana P2BN tingkat kabupaten adalah bupati/walikota, dan penanggung jawab tim pelaksana tingkat kecamatan adalah camat.

Sementara Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang diwakili oleh Direktur Budidaya Serealia Ir. H. Fathan A. Rasyid, M.AG., dalam sambutannya menyampaikan perlunya  meningkatkan  peran Pemerintah Daerah D.I. Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten dalam menetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan melalui Perda, menindaklanjuti UU Nomor 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, menetapkan rencana tataruang/tatawilayah yang jelas dan dilaksanakan secara konsisten, membangun master-plan pengembangan sentra produksi komoditas pangan strategis, mendorong dan memfasilitasi akses petani/poktan kepada sumber permodalan (KPP-E, KUR, dll), peningkatan konsumsi pangan lokal non beras untuk mendukung diversifikasi pangan, meningkatkan dukungan APBD untuk sektor pertanian dalam bentuk kegiatan peningkatan produksi, biaya operasional P2BN, penyediaan Cadangan Benih Daerah, serta penyediaan stok pangan daerah.

Pencanangan Program P2BN kemudian ditindaklanjuti pencanangan di tingkat kabupaten dan kecamatan mulai dari koordinasi dengan instansi terkait dan stakeholder juga melakukan percepatan gerakan pengolahan tanah, tanam, pemupukan, pengendalian OPT dan panen sehingga sasaran produksi padi tahun 2013 dapat tercapai dan dapat mendukung pada tahun 2014 surplus 10 juta ton beras. (Nata Agung Arwanta, STP).