You are here: Informasi Berita Apresiasi Peningkatan Kapasitas Perencana Daerah 2013
 
 

Apresiasi Peningkatan Kapasitas Perencana Daerah 2013

E-mail Cetak PDF

Distan-PI. Suatu tujuan dapat tercapai dengan maksimal diperlukan suatu perencanaan yang baik dan fokus kepada sasaran yang akan dicapai. Berkaitan dengan itu, Kementerian Pertanian RI (Kementan RI) melalui Biro Perencanaan Kementan RI pada 11-13 Juni 2013 menyelenggarakan pertemuan antar perencana daerah tingkat nasional tahun 2013.

Acara yang bertempat di Hotel Grand Dafam Merapi Merbabu tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Biro Perencanaan Kementan RI Dr. Winny Dian Wibawa, M. Sc., didampingi oleh Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Badan Litbang Pertanian Dr. Handewi Purwati Saliem, dan Kepala Dinas Pertanian DIY Ir. Sasongko, M. Si.

Pada kesempatan tersebut Dr. Winny Dian Wibawa, M. Sc. mengatakan tujuan diadakannya acara ini adalah untuk meningkatkan kualitas petugas perencana di daerah dan mensinergikan perencanaan berbagai sub sektor pertanian sehingga dapat memperlancar kegiatan perencanaan pembangunan pertanian dan mensukseskan sasaran kinerja empat sukses Kementan.

Kepala Dinas Pertanian DIY Ir. Sasongko, M. Si., dalam sambutannya mengatakan perencanaan merupakan bagian dari siklus manajemen. Tahapan ini merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu tertentu secara sistematis yang memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang mungkin terjadi.

“Pemerintah Provinsi DIY memberi perhatian besar pada sektor pertanian. Ini ditandai dengan dukungan kebijakan dan anggaran untuk pertanian dan sekaligus mendukung target empat sukses Kementerian Pertanian RI,”lanjut Ir. Sasongko, M. Si.

Pertanian di DIY telah dilakukan dengan sistem pendekatan kawasan disesuaikan dengan potensi wilayah setempat, sebagai contoh kawasan Salak meliputi 3 kecamatan yaitu Kecamatan Tempel, Turi, dan Pakem di Kabupaten Sleman. Kawasan Bawang Merah dan Cabe Merah meliputi 5 kecamatan di Kabupaten Bantul yaitu Kecamatan Sanden, Kretek, Pundong dan Imogiri, serta 2 kecamatan di Kabupaten Kulon Progo yaitu Kecamatan Panjatan dan Temon. Kawasan Durian hanya meliputi satu kecamatan yaitu Kecamatan Kalibawang di Kabupaten Kulon Progo. Kawasan Krisan dan Jamur terdapat di 2 kecamatan di Kabupaten Sleman yaitu Kecamatan Pakem dan Cangkringan.

“Kawasan tanaman padi sawah meliputi 3 kecamatan di Kabupaten Sleman yaitu Kecamatan Moyudan, Minggir, dan Seyegan, serta di 6 kecamatan di Kabupaten Bantul yaitu Kecamatan Imogiri, Jetis, Pandak, Bantul, Pundong, dan Kecamatan Bambanglipuro. Kawasan Padi Gogo meliputi 7 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul yaitu di Kecamatan Tepus, Girisubo, Rongkop, Semanu, Paliyan, Saptosari, serta Kecamatan Ponjong. Kawasan pengembangan Sapi Perah terdapat di Kabupaten Sleman yaitu di Kecamatan Cangkringan, Pakem, dan Kecamatan Turi. Kawasan Sapi Potong terdapat di 4 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul yaitu Kecamatan Semanu, Playen, Ponjong, dan Kecamatan Wonosari), sedangkan untuk pengembangan Kambing PE berada di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Kulon Progo (Nanggulan, Samigaluh, Girimulyo, Kokap) dan Kabupaten Sleman (Turi),”lanjut Ir. Sasongko, M. Si. (Admin)

Sumber gambar: www.google.com